I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
Do you remember..?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
yes I remember
kata mocca sih gitu yaaa :D
mengingat cinta masa lalu :) konyol, childish, lucu, seru :p
tapi disitulah aku belajar mengerti yang semua orang menyebutnya CI*TA, aku menjalani sebagaimana wajarnya aku mengenal kata itu, tak mau menyebutkan sudah berapa lelaki yang sampai sekarang membuat aku mengerti akan itu :p *privasi
tapi disanalah aku belajar tentang emosi diri, dari perasaan umum cinta yaitu BAHAGIA (awalnya) , BOSAN (beberapa tahun kemudian), SAKIT HATI (akhirnya), tapi banyak juga kisah cinta yang aku temui berakhir BAHAGIA SELAMANYA, acieeeeeee :D yaitu berakhir dipelaminan, tapi itu bukan akhir sih yaaaa, hanya menyatukan dari mulai jasmani dan rohani, menyerahkan jiwa raga untuk seseorang yang diCI*TAi itu tadi, tapi TETEP seutuhnya milik Sang Pencipta, yap balik lagi, maksudku di pelaminan pun juga masih belajar soal perasaan-perasan itu sendiri, karena aku belum mengalami, jadi disini aku nggak mau sok tau dulu laaaah :p
hidup memang harus dipenuhi CI*TA, tapi yang banyak orang ketahui hanya CI*TA terhadap kekasih atau pasangan hidup, ketahuilah, alampun mencintai kita tanpa kita sadar kita telah mengabaikannya, yap CI*TA alam terhadap kita disebut CI*TA TAK TERBALASKAN, Sang Khalik, kita juga menCI*TAinya hanya saat kita membutuhkannya, pantaskah itu disebut CI*TA ? yang hanya diketahui hanya CI*TA terhadap sesama manusia {terutama pacarnya} , ieuuuh, sempit banget ya pikiran kita
nggak mau banyak omong dululah, besok aku lanjutin di season selanjutnya <tomorrow>

No comments:
Post a Comment