Thursday, 7 May 2015

"Hai Lampauku"

boleh kusebut kau "lampauku" ? mengingatmu membuatku menarik sedikit kedua ujung bibirku, ah ternyata aku masih rindu. Bila ku boleh meminta kepada waktu, sejenak pertemukanku denganmu wahai lampauku.

Senyummu itu, menenangkanku. 

Aku tau kau masih menyimpan rindu itu, kau sempat menguburnya sedalam cintamu, ah lagi-lagi maafkan aku, membuatmu bersusah payah mengubur apa yang telah kau coba bangun, tapi kau tau kau sendiri yang berusaha merobohkan hatimu. Aku tak pernah lelah mengingat masa itu, karena tak ada yang menyakitkan hatiku, tapi lagi-lagi kamu yang harus berusaha menggulung lukamu atasku. Sampai saat ini pun kau bilang "masih tak ada yang sepertimu", lagi-lagi aku minta maaf atas semua itu. 

Monday, 27 April 2015

HATI TAK PUNYA OTAK

Menyodorkan maaf padahal harusnya dia yang melakukannya

Mencuri waktu senggang untuknya padahal me time saja tak pernah ada

Menghabiskan uang untuknya padahal makan harian saja mikir ganda

Merubah diri untuknya padahal memperbaiki diri masih ngomong lusa

Berdandan modis untuknya padahal pakaian kampus masih banyak robeknya

Menyukai hobinya padahal hobi sendiri saja tak punya

Menahan kantuk untuknya padahal jam tidurmupun tak karuan adanya

Menyempatkan bertemu untuknya padahal hingga keringatmu mengeringpun tak kau seka

Menawarinya bantuan padahal dirimu butuh topangan

AH MEMANG HATI TAK PUNYA OTAK



Tuesday, 20 January 2015

Aku Rindu Mata Sayumu yang Menatapku Tanpa Sendu

terulangnya hari dimana, kita lagi runtuh-runtuhnya berdua. Ah mata itu, mata sayu itu kali ini melihatku dengan sendu. Kau tau, aku tak pernah tahan melihatmu lama-lama, apalagi sekarang dengan cara sendumu itu, "ah kamu sini peluk aku", batinku berteriak seperti itu. tapi aku diam terpaku, karena tubuhku melemas tak karuan, mulut hanya bisa terkatup rapat, kaupun begitu. 

Menangis ? jujur aku sangat ingin, tapi kutahan sekuat hati, aku tak mau melihatmu marah melihatku menangis, itu membebanimu sayang. tapi tangisku bukan untuk meminta pelukmu jujur, justru inginku memelukmu, untuk menguatkanmu. Aku lebih betah melihatmu usil, atau mengomeliku, daripada aku harus menikmati diammu yang membuatku ngilu.

Aku tau kamu mampu bertahan, karena kamu yang menguatkan segala lemahku, kau harus percaya bahwa kita berdua sedang jatuh-jatuhnya yang berarti kita menanti kebahagiaan yang diberikanNya, ntahlah aku juga tak tau apa yang sedang direncanakanNya. tapi ya jalani saja bukan ? berusaha bangkit  dengan sisa tenaga yang ada. Percayalah, maka akupun akan percaya. 



Aku rindu tawamu, 
rindu mata sayumu yang menatapku tanpa sendu .

Sunday, 3 August 2014

Mencintai "Ada Apanya"

Ya aku mencintaimu karena ada apanya .

Orang bilang kalo “aku mencintaimu apa adanya” , aku juga setuju sama hal itu, tapi bagiku, selalu ada apanya, ini seperti halnya ketika orang bilang “aku mencintaimu tanpa alasan” aku juga setuju hal itu, tapi bagiku aku juga mencintaimu karena “ada alasan” dan karena “ada apanya”, kok gitu ?
Buat aku, mencintaimu itu karena bermacam alasan, , ,

Aku cinta kamu karena udah buat aku nyaman
Aku cinta kamu karena kamu cinta aku
Aku cinta kamu karena air mata yang turun ini terasa tak pernah sia-sia
Aku cinta kamu karena kamu selalu ngomel tiap aku salah
Aku cinta kamu karena kamu kayak orang tuaku yang perlahan menuntun dengan sabar padahal salahku banyak
Aku cinta kamu karena tiap aku konyol kamu hanya melenguh kesal
Aku cinta kamu karena tiap aku sakit, kamu ngomel, karena kamu capek tau aku sakit
Aku cinta kamu karena kamu marah kalo aku selengekan !
Aku cinta kamu karena kamu marah tiap aku nyubitin kamu , ‘itu kasar !’ katanya
Aku cinta kamu karena kamu selalu ngancem putus tiap aku berlaku salah untuk kesekian kalinya
Aku cinta kamu karena selalu ada harapan baru disetiap pertemuan kita
Aku cinta kamu karena kamu buat hidupku kayak permen ! warna-warni !
Aku cinta kamu karena ketika ku buka mata ada semangat untuk mengahadapi hari esok
Aku cinta kamu karena kamu selalu kritis sama semua hal
Aku cinta kamu karena bla bla bla bla ……

Itu alasan diriku semakin mencinta, semakin hari selalu ada hal baru yang semakin membuatku bergidik bahwa iya kamu yang membuat aku selalu bilang aku cinta kamu kerana …..

Itu alasan bukan ? jelas itu alasan dan aku cinta kamu karena ada apanya, dan segala ada apanya kamu itu, ntah baik atau buruk, maka aku terima kamu apa adanya dengan segala cinta yang kupunya

Monday, 14 July 2014

"Bisakah Kamu Berkomitmen ?"


Ngomong-ngomong soal komitmen, berat emang jaman sekarang mau cari kekasih yang mampu berkomitmen. Beberapa orang memutuskan untuk berkomitmen itu bukan hal mudah. Disini aku yang sedang menjalani hubungan dengan seseorang mengaku sama-sama bisa berkomitmen, ya meski terkadang susah, komitmenku ini ada karena perasaan yang sampai sekarang belum pernah berubah. “Ah kamu, belum nikah aja udah maen komitmen !” mungkin beberapa orang tidak mau menjalani suatu keseriusan dengan kalimat komitmen. Iya aku dulu sama “dia” juga di awal pacaran nggak mikir komitmen, namanya juga anak baru gede, masih kelas 1 SMA , mana tau komitmen, mana bisa memutuskan untuk berkomitmen, tapi dari dulu di otak udah ada mindset kalo pacaran itu, nggak boleh selingkuh, nggak boleh gegabah bilang putus. Apalagi pacaran sama yang sekarang itu awalnya udah LDR-an, dia sekolah pondok di Jogja, aku di Solo, emang nggak jauh, tapi untuk ukuran anak SMA yang ngebet mulu mau ketemu ya susah juga, ketemu paling 2 minggu sekali, 2 tahun LDR 2 tahun dia udah di Solo kuliah disini :) Dalam perjalanannya kita nggak pernah yang namanya ngomong serius ke pacar selama kita pacaran nggak boleh ini nggak boleh itu, tapi udah segede ini, aku 20tahun si doi 21 tahun kita mulai mikir, apa yang membuat kita bertahan selama 4 tahun ? ya itu, hati kita, sama komitmen kita yang terbangun dengan sendirinya, udah kayak hukum pacaran aja, komitmen itu ada.

Kemarin denger cerita temen yang LDR juga, udah jalan 1 tahun lewat, tapi akhirnya putus, disini aku nggak ngomongin soal kenapa bisa putus, masalahnya juga aku nggak tau -___- Tapi aku mau ngomongin komitmennya, di awal mereka udah berkomitmen, udah nggak bisa maen-maen, soalnya LDR solo-(kota di jawa barat), itu jauh bro ! nggak bisa yang sebulan sekali ketemu dan mendadak aja tuh putus, nah pertanyaannya, kemana komitmen itu ? satu pihak mencoba bertahan, pihak yang lain sudah enggan bertahan, enggak tau kenapa tidak bisa bertahan, “komitmen kamu dulu gimana? Kenapa jadi gini ?” mungkin kata itu yang pertama terucap ketika satu pihak minta putus, mungkin dia nggak paham arti komitmen -_- atau tidak sanggup menjalani komitmennya sendiri. Itu jelas terlihat, bahwa komitmen itu tidak seenaknya diputuskan, karena terkadang ngejalaninnya yang terasa berat, jadi banyak yang memutuskan untuk tidak berkomitmen daripada ngelanggar komitmennya sendiri. Tapi kamu pacaran itu mau dibawa kemana sih ? kalo aku sih ya ke pernikahan, bukannya nanti nikah justru jelas teramat sangat kedua belah pihak harus berkomitmen ?

Ada yang bilang komitmen itu susah, tapi ada juga yang bilang komitmen itu kayak suatu tali yang mengikat, mungkin mirip dengan janji. Dengan adanya komitmen, kamu nggak gampang bilang putus. Komitmen dalam berpacaran muncul karena 2 hati yang sama-sama udah mengikat, nah komitmen itu tidak akan berjalan dengan baik karena 1 pihak tidak mau terikat.


Nah cari pasangan emang susah langsung diajak berkomitmen, komitmen muncul ketika 2 hati udah sama-sama terikat dan siap untuk berkomitmen :) Selamat berkomitmen !! 

Tuesday, 21 January 2014

Antara Profesionalitas dan Hati

selamat soreeee ! 

mau bahas soal antara profesional dan urusan hati nih
menurut kamu gimana sih ketika harus beraktivitas dengan seseorang yang sebenernya kamu nggak nyaman tapi kamu butuh dan mau nggak mau harus sama dia ? how ?

jujur kalo menurutku ya profesional aja sih yaa, misal dia temen sekolah kamu, dan sekelas, kamu ada masalah sama dia atau emang kamu nggak nyaman sama tu anak, tapi kamu ketika kerja kelompok sekelompok sama dia, ya menurutku harus sebiasa mungkin, nggak usah lebai baik2in, nggak perlu juga terus didiemin, yauda sewajarnya aja, sikap dia yang buat kamu nggak nyaman itu nggak selamanya dia kayak gitu, kali aja pas kerja kelompok dia nguntungin atau emang pinter, yauda kan kamu untung juga. Terus ada lagi misalnya didunia kerja apalagi, kamu butuh seseorang yang bantuin kamu dalam bidang tertentu, dan link yang kamu punya untuk ngerjain itu ya cuma tu anak, so minta tolong gapapalah, tapi ya bersikap baiklah, namanya minta tolong ya harus baik, baik yang sewajarnya lho yaaa, jangan alay, nanti takutnya disangka manfaatin doang, hati-hati !
Sebaliknya juga, kalo ada yang minta bantuan kamu padahal dia pernah nyakitin hati kamu atau salah sama kamu yaudah bantuin aja selama dia nggak ngrugiin dan kamu juga pas bisa bantuin, mungkin aja dia bisa bantuin kamu suatu saat nanti pas kamu butuh, siapa menanam pasti menuai, diliat aja kalo sama-sama menguntungkan why not ? 
ada juga dalam dunia berpasangan, misal lagi marahan sama pacar, tapi terus ada pertemuan sama temen-temen, ya bersikap biasa aja lah yaaa, males kan nati ditanya sama temen "eh kalian kenapa kok diem-diem an", nggak tau deh berasa anak kecil aja gitu kalo kayak gitu, daripada nggak bisa nyembunyiin amarah mending nggak ikut ngumpul temen-temen dulu deh, nanti suasana temen-temen kamu jadi ikut nggak enak, so profesional lah !

Intinya dalam hidup nggak harus ngandelin hati mulu, ribet jadinya, dibuat simpel aja, urusan hati disingkirin dulu dalam situasi tertentu yang nggak perlu ngandelin hati ,walaupun hati kadang nggak tahan buat ngedumel, tapi udahlaaaah, tidak semua orang yang kamu ngrasa nggak nyaman atau salah sama kamu itu orangnya buruk secara keseluruhan, mereka pasti punya sisi positif yang mungkin juga bisa bantu kamu, ibarat kata "sisihkan yang buruk ambil baiknya aja, makna kata ini bukan orang yang baik diambil, yang buruk dijauhin, tapiii, dalam diri seseorang pasti punya sisi positif dan negatif, tidak melulu untuk memandang yang negatif, pandanglah yang positifnya pula, itu ngebuat kamu jadi ngurangin rasa dendam.


Friday, 26 July 2013

Maha Pembolak-Balik Hati

Tadi siang baca twit orang, pacaran bertahun-tahun tapi nikahnya sama yang baru dan pacaran sebentar. Ah memang jodoh tak ada yang tau, Tuhan memang Maha Keren, membolak-balikan hati dengan mudah. Tapi jujur itu membuatku berpikir sejenak, dan sedikit mengusik hatiku, mendadak takut, khawatir .
Saya juga penikmat hubungan lama, dan saya seorang yang setia, saya sedang menjalani hubungan dengan seseorang dan sudah  jalan 4tahun, untuk remaja seusiaku (19th) itu cukup langka, aku pacaran dari kelas 1SMA, dan sekarang saya semester 3, lama bukan ? untuk ukuran anak remaja yang masih labil, saya sudah cukup setia dan tidak gegabah dalam berpacaran, tidak putus nyambung dengan urusan sepele. Untuk ukuran anak kuliah, sudah bukan saatnya buat saya iseng berpacaran, saya sudah mikir kedepan, mikir jodoh di masa depan, lagi2 saya berpikir keras, apakah kamu jodoh saya kelak? Ah memang tiada yang tau, tapi saya tidak ingin menjadi seseorang yg ngetwit tadi itu, miris bukan ? menjalani, berjuang, mempertahankan dengan hati jungkir balik tapi ber-ending dengan orang lain, belum dijalani ya rasanya takut. Orang2 yang sudah mengalami pasti baik2 saja, mungkin seseorang yang baru itu lebih baik dibanding dengan yang pacaran lama, karena ada Tuhan yang andil disana, aku yakin. Tapi aku memikirkan segala pilihan buruknya pula, tapi yasudah, karena segala yang terjadi itu karena kehendakNya.

Tapi kau tau doaku yang kupanjatkan di lima waktuku selalu ? yaitu memohon hubungan yang ada ini tak ada hati yang merasa sia2 karena telah berjuang hebat dan meminta kesiapan hati atas apapun yang akan terjadi kelak antara anda dan saya, kita hanya mampu berdoa dan mencoba, asal keduanya saling percaya tak ada yang sia-sia dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan Sang Maha Pembolak-balik Hati atas segala skenarionya kelak.