Monday, 17 October 2011

COME BACK


Bagai hujan setelah kemarau panjang, bagai pelangi setelah hujan badai, bagai sinar matahari setelah mendung pekat, aku jungkir balik disini sayang :( tapi sudah cukup waktuku untuk mengeringkan goresan yang menganga segar yang pernah ada “disini” menjadikanku lebih kuat, menjadikanku seorang murid yang mengerti semua ucapan gurunya, walau harus dengan perjuangan keras ku memahami semua ini, itu membuat harapanku yang lalu bahwa kau edelweisku kembali, kembali menari bebas tak mempedulikan rintangan yang akan kita hadapi, mungkin jauh lebih buruk, bukan bukan, mungkin mampu membuatku jatuh bangun tak karuan, tapi kini kau bersamaku, menjadi kaki dalam sebuah jalinan yang akan berjalan lebih panjang, lebih kuat mengahadapi terpaan yang ntahlah kita belum mengetahui, taukah sayang? ku merindukanmu :’)


SORRY,
Mungkin ku sempat tak ingin merawatmu, mengabaikanmu, tak memberimu pupuk, tak menyiramimu. Aku mengerti, Kau enggan mati dihatiku, kau masih tumbuh “disini”, kau tumbuh indah “lagi” :)
Kau lihat ini sayang? Cacat! bekas luka yang kau gores dahulu, telah mengering, walau tak menghilang, tapi fakta tak bisa menjadi opini. I MISS YOU”, haha lebai memang, tapi aku memanfaatkan rahmat Tuhan yaitu persaanku untuk merindukanmu, merindukanmu :
  1. Kamu yang menjadi sandaranku
  2. Kamu yang membuatku bergidik dengan pikiran kritismu
  3. Kamu yang membuatku ingin mengamini bahwa kau edelweisku
Hanya kamu.
Meskipun,
Yang pasti harus kamu tahu, merindu itu menyesakkan, merindu itu menyakitkan. :’)

            Terkadang takutku tak mau jauh jauh dariku, ia ingin tetap disini, trauma yang selalu membuatku bergidik setiap kali seperti film hitam putih yang sejenak terputar dalam benakku, AKU TAKUT :’( tapi taukah ? aku mempercayaimu, dengan kebanggaan yang tinggi bahwa kau kelak akan membuat edelweisku tumbuh indah “disini”, walau takut akan ada ulat yang memangkas habis dedaunan, tapi ini edelweisku, aku akan menjaganya :)
           
edelweiss (bunga abadi)
KAU KEMBALI :)
     
            Kembali berada disisiku, kembali selalu menguatkanku, kembali membuat air mataku selalu menyusut habis setiap bersamamu..Kita buat mimpi mimpi baru yang dulu sempat kandas, Batara Kala sempat mencaploknya habis tak bersisa yang kau gantung di langit-langit hatiku.
            Belajar banyak dari semua kejadian ini, aku paham, aku mengerti, bahwa edelwies ini telah mengakar kuat. GILA memang, tapi tanpamu aku gersang, nyawaku terkadang tak bersamaku, sejenak meninggalkanku, yang kutahu ia mencarimu. Melihatmu yang, WOW! Kau berubah seperti ini, keraguanku enggan singgah dihatiku. Maafkan, kusempat mengacuhkanmu, bahkan sempat melihat Tanaman Baruku, tapi disinilah aku, inilah aku, MENCINTAIMU yang sekuat tenaga ,menghidupkan edelweis ini :) Tak kan kulupa selamanya saat kau disisiku. Semua mimpi ini, taukah ? aku diam diam mengamini, kita berjalan dalam 1 jalan yang sama “lagi”. Aku disini RATRI AMINURASIH selalu berharap kau edelweisku ARIA DHANANJAYA :)
 
i and you
ditulis dengan kabahagiaan 

Thursday, 13 October 2011

A DECISION


YEE,  :D


Awalnya aku senang, yang memang aku sedang senang, ada tanaman kecil yang indah disana, menunggu untuk dirawat agar menjadi tanaman besar nantinya, aku tak tau pasti, apa aku mampu merawatnya, dan aku memang memutuskan untuk merawatnya, sedikit tak rajin memang, karena aku terlalu sibuk kala itu, hanya sekilas memandang pertumbuhannya pelan-pelan walau tak pesat.





AKU MENYAYANGIMU

Agak ganjil memang, semua yang kujalani terasa ganjil, menunggu bunga muncul, tapi kenapa tak muncul ? :( kecewa memang, tapi itulah adanya, tak ada bunga, namun aku senang merawatnya, tapi itulah adanya, tak ada rasa bahagia yang membuncah, tapi aku senang, mengingat luka masa lalu, ya kau mampu membuatku melupakan lukaku, mengeringkan goresan yang menganga segar, sekali lagi aku senang, senang yang biasa, taktala hubungan terjalin, pasti ada kala bunga pun layu, tapi ntah kenapa tak sekecewa dengan bunga yang ku anggap edelweisku dulu, apa aku yang kurang rajin merawat? atau tanaman ini memang tak istimewa bagiku ? aku tak mengerti, aku HANYA INGIN merwatnya saja waktu itu..

***
           
Sering bunga yang ku anggap edelweisku muncul untuk sedikit mengingat masa laluku, aku senang memang namun justru senangku lebih senang daripada senangku terhadap tanamanku yang sekarang, apa yang berebeda, yah mungkin memang tanamanku belum dikatakan lama, justru SANGAT BARU, aku merawatnya (posting) ..
***

Parasmu, munafik karena aku bukan perempuan yang menomor satukan paras, tapi disini memang karena parasmu aku mau mengambil jalan yang sama sepertimu, aku ingin menyusuri jalan itu, selang 1 bulan, hanya jalan lurus yang aku temui, jalan itu sunyi tak bernyawa, tak berkelok, tak berpohon, BIASA, sangat biasa, apa yang aku cari ? hubungan yang kuharapkan bukan seperti ini, salah siapa ini ? STOP !! jangan selalu menyalahkan, ya mungkin ini salahku, karena aku terlalu tergiur dengan tanaman indah itu, tapi memang, tanaman ini hanya indah, namun tak berbunga, dan tak akan ada bakal buah disana, tanaman ini tak istimewa, childish sekali bila aku enggan merawatnya lagi hanya karena ia tak berbunga, MUTUNG, haha.
Tapi aku memutuskan untuk mengikuti sifat childishku, karena apabila aku memaksa merawatnya, akan terjadi kejadian laluku, aku tak mau pada akhirnya dia dihatiku (tidak, dia tidak dihatiku, dulu ia di depan pintu hatiku, kupindah agar tumbuh dihatiku namun ia enggan tumbuh) akan teracuhkan, itu tidak adil, aku melepasnya, karena hatiku tak tepat untuk pertumbuhannya :) KAU BUKAN UNTUKKU

Maret 2011, ketika keputusan telah terurai 22.00

BUKAN EDELWEISKU


Harapanku sirna, bungaku mati tak berdaya, dia enggan tumbuh dihatiku, memberikan wangi taktala aku menghirupnya, tapi dimana aku ? di mimpikah ? TIDAK!! Aku di dunia non fiktif ku, INI NYATA, aku sedih memandangi tanamanku, aku pilu, apa aku yang terlalu memaksanya untuk tumbuh walau sebenarnya ia tak mampu, maafkan aku. Semenjak saat itu aku tak ingin menyentuhnya, apalagi merawatnya, aku hanya ingin mengenangnya bahwa ia pernah tumbuh subur dan berbunga indah dihatiku, walau banyak hama atau justru sering layu, tapi tetap dia pernah dihatiku..



***


            Tidak , kau mantan, dan akuilah saja kau sudah jadi mantan, maafkan bibirku yang memutuskan semua dengan sepihak, bunga itu tak mau lagi tumbuh. Tidak, aku tidak mati rasa, tapi hanya menghentikan apa yang sudah kuperjuangkan, aku tidak menyerah, tapi kita sudah menemukan ujungnya. Disinilah kita di persimpangan jalan, yang harus kita ambil haruslah jalan yang berbeda, kita tak sejalan, aku tak bisa men’deferensialkan’ hatiku, kamupun juga tak mampu meng’integralkan’ cintamu untukku. Lelah kau tanya ? tidak. Aku tidak lelah, tapi apa kita akan selalu memupuk tanamanan yang enggan tumbuh di hati kita, gersang, akan gersang bila kita mengambil jalan dan arah yang sama. Jangan kau paksa, cinta sudah enggan duduk di hati kita, aku tau cintamu terkikis, semua berjalan karena kita yang memaksakan, dan ini titik dari panah yang kita hunuskan 27 Februari 2010 yang lalu dan berhenti di Januari 2011, aku tak ingat tepat . Menyakitkan memang, tapi sepahit apapun obat yang kutelan, ini langkah yang terbaik, setidaknya sampai lukaku mengering. Kau membiasakanku dengan hal2 yang tidak biasa, sudah biasakah ?


***

            Ini bukan kehendakku, ini hama yang kau taruh di tanaman kita, awalnya aku terbiasa, namun, hama tetap hama, dia mematikan tanaman kita. Kau bilang ini edelweis (bunga abadi) ? tidak sayang, akupun berharap itu, dan awalnya memang edelweis, tapi di Januari ini aku mengetahui, itu BUKAN EDELWISKU :’)



***

            Tenanglah, Tuhan tetap di hati kita, dia menjaga kita, dan aku percaya memang jodoh tak akan kemana, dan disinilah Tuhan berperan, dia yang menentukan. Jangan khawatir, siapa sangka pada akhirnya Tuhan mengijinkan kita untuk menanam tanaman baru, yang berbunga indah, dan akan muncul bakal buah, dan mungkin, justru kau yang akan menjadi edelweisku, KITA LIHAT SAJA NANTI :)


Januari 2011, ditulis ketika air mata mengering 23.00

Wednesday, 12 October 2011

I BELIEVE IT


Mengingat 1 tahun yang lalu,mungkin, aku tak mengingatnya tepat, ketika aku merasa awan tak secerah biasanya, matahari bersembunyi, ntah malu atau dia mendukung suasana hatiku saat itu, bungapun serasa layu tak berbau, sakit, sakit yang teramat sangat, teramat sangat untuk saat itu, di kamar mendengar suaramu yang hampir setiap hari selalu menghaluskan yang kasar, mendatangkan pelangi sehabis hujan badai, melindungi setiap ada terjangan, yah seperti itulah gambaran hatiku, itu hanya sepenggal dari jiwa ragamu, itu hanya suaramu, yang bahkan tak sering dari suaramu melantunkan gemuruh yang menderu, yang siap kapan saja mampu merubuhkan pertahananku saat itu, tapi ntahlah, aku menyukai suaramu, yang terkadang berperan sebagai penyair indah yang selalu berpuitis dalam tutur katanya, kadang justru bak air tsunami yang pelan namun ,melahap habis apa yang telah berdiri kokoh



AKU MENCINTAIMU



Yah itu terlalu tabu atau apalah, tapi belajar dari setiap orang yang menggembor gemborkan hatinya, dan mereka menyebutkan itu CINTA, aku juga mengungkapkan hal itu terhadapmu sayang. yah mendeskripsikan kata cinta itu sendiri, semua orang pasti tau, yang menurutku adalah, C.I.N.T.A, haha.


Tolong garis bawahi, tapi yang kualami bukan CINTA pada umumnya, aku mencintai yang justru sangat menyakitkanku saat itu, berharap cinta selalu datang seperti secerah matahari, yang menyinari segala sesuatu yang dilewatinya, aku juga ingin seperti itu sayang, bak siluet dibawah indahnya sang pencerah, walau sering terjadi mendung, bahkan hujan badai yang tak kunjung reda, berpikir seperti itu aku trauma.



Disini,di bagian sensitivku, disini, dihatiku, mengingat torehan luka yang kau goreskan, terlalu banyak, sungguh bila orang mampu melihat hatiku, yah, hatiku cacat, penuh dengan goresan luka menganga segar, yang disusul goresan lain yang serupa, taukah sayang, disini aku masih mampu menarik kedua ujung bibirku, agar kau ikut menarik ujung bibirmu karena hanya dengan seperti itulah yang mampu mengeringkan sayatan tajam di hatiku. 



“aku mau main sama F********, katamu waktu itu, dilain waktu kau mengganti nama wanita itu Y*****, T***, dst. Jenuh, aku jenuh, tapi apa daya bibir enggan bicara, hanya hati yang menjerit kesakitan. SAKIIIIIT, PERIIIIIH, mungkin seperti itulah bunyinya, dengarkah ?

Ibarat pelajaran di kelas, aku hanya mampu bertanya tapi tetap tak mengerti, justru pertanyaanku tak terjawab atau memang tak ada jawabannnya. Menjalani yang ku anggap benar memang hasilnya tidak salah, walau pertanyaan2 itu tak terjawab sesuai kemauanku, AKU TIDAK PUAS, kadang AKU TIDAK TERIMA !



Yah tak apa, karena ibarat tanaman, mungkin saat itu daunku habis termakan ulat, bunga yang indah akhirnya layu, enggan menunjukan wangi yang semerbak, tapi aku terus memupuk, menyiram, merawatnya, dan aku percaya, penantianku akan berujung, lukaku akan mengering, pipiku akan sepi didatangi sang air mata, telingaku akan mendengar lantunan indah setiap harinya, bahkan akan ada bunga yang lain tumbuh mengganti bunga yang layu itu, yang pasti dalam satu induk batang yang sama, karena SABAR akan ada hasilnya, akupun bersabar :)


Sheila On 7 Tertatih 

Kupeluk rapuhmu dengan karyaku
Kupeluk celahmu dengan candaku
Kunanti merdu lagu
Kutatih belajar terbang di awan
Kubingkai semua impian khayalku
Iringi canda tawa
 
Kubasuh marahmu dengan lirihku
Kubasuh semua bara di ragumu
Kunanti harum peluk

Walau tertatih… biar teratih
Walau tercabik… biar tercabik
Khilafkan putih… khilafkah putih
Hanya kau mimpiku… hanya kau mimpiku

Dan bila semua kan berakhir… 2x
Hanya kau mimpiku
 


Sunday, 9 October 2011

REMEMBER

I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Do you remember..?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

I remember.. The way you read your books,
yes I remember
The way you tied your shoes,
yes I remember
The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
yes I remember



kata mocca sih gitu yaaa :D
mengingat cinta masa lalu :) konyol, childish, lucu, seru :p
tapi disitulah aku belajar mengerti yang semua orang menyebutnya CI*TA, aku menjalani sebagaimana wajarnya aku mengenal kata itu, tak mau menyebutkan sudah berapa lelaki yang sampai sekarang membuat aku mengerti akan itu :p *privasi
tapi disanalah aku belajar tentang emosi diri, dari perasaan umum cinta yaitu BAHAGIA (awalnya) , BOSAN (beberapa tahun kemudian), SAKIT HATI (akhirnya), tapi banyak juga kisah cinta yang aku temui berakhir BAHAGIA SELAMANYA, acieeeeeee :D yaitu berakhir dipelaminan, tapi itu bukan akhir sih yaaaa, hanya menyatukan dari mulai jasmani dan rohani, menyerahkan jiwa raga untuk seseorang yang diCI*TAi itu tadi, tapi TETEP seutuhnya milik Sang Pencipta, yap balik lagi, maksudku di pelaminan pun juga masih belajar soal perasaan-perasan itu sendiri, karena aku belum mengalami, jadi disini aku nggak mau sok tau dulu laaaah :p
hidup memang harus dipenuhi CI*TA, tapi yang banyak orang ketahui hanya CI*TA terhadap kekasih atau pasangan hidup, ketahuilah, alampun mencintai kita tanpa kita sadar kita telah mengabaikannya, yap CI*TA alam terhadap kita disebut CI*TA TAK TERBALASKAN, Sang Khalik, kita juga menCI*TAinya hanya saat kita membutuhkannya, pantaskah itu disebut  CI*TA ? yang hanya diketahui hanya CI*TA terhadap sesama manusia {terutama pacarnya} , ieuuuh, sempit banget ya pikiran kita
  nggak mau banyak omong dululah, besok aku lanjutin di season selanjutnya <tomorrow>
 

SOMETHING NEW

yap, aku mencoba sesuatu yang baru, ntah aku mengerti atau tidak, tapi aku ingin mencoba, blog terbaruku :) 
mm, mungkin posting yang selanjutnya akan muncul hanya sesuatu yang tidak bermutu atau justru hanya sebuah ketikan kata kata yang .. ntahlah apa namanya, tapi disinilah aku, duduk di depan layar untuk menulis apa yang ingin aku ungkapkan, berharap aku bisa belajar, dan yang aku mulai dari NOL
ingin kuperkenalkan, mungkin inggrisnya INTODUCING, hehe
tapi disini udah ada kolom profilku, jadi liat sendiri yaaa :)