Harapanku sirna, bungaku
mati tak berdaya, dia enggan tumbuh dihatiku, memberikan wangi taktala aku
menghirupnya, tapi dimana aku ? di mimpikah ? TIDAK!! Aku di dunia non fiktif
ku, INI NYATA, aku sedih memandangi
tanamanku, aku pilu, apa aku yang terlalu memaksanya untuk tumbuh walau sebenarnya
ia tak mampu, maafkan aku. Semenjak saat itu aku tak ingin menyentuhnya,
apalagi merawatnya, aku hanya ingin mengenangnya bahwa ia pernah tumbuh subur
dan berbunga indah dihatiku, walau banyak hama atau justru sering layu, tapi
tetap dia pernah dihatiku..
***
Tidak , kau mantan, dan akuilah saja kau sudah jadi
mantan, maafkan bibirku yang memutuskan semua dengan sepihak, bunga itu tak mau
lagi tumbuh. Tidak, aku tidak mati rasa, tapi hanya menghentikan apa yang sudah
kuperjuangkan, aku tidak menyerah, tapi kita sudah menemukan ujungnya.
Disinilah kita di persimpangan jalan, yang harus kita ambil haruslah jalan yang
berbeda, kita tak sejalan, aku tak bisa men’deferensialkan’ hatiku, kamupun
juga tak mampu meng’integralkan’ cintamu untukku. Lelah kau tanya ? tidak. Aku
tidak lelah, tapi apa kita akan selalu memupuk tanamanan yang enggan tumbuh di
hati kita, gersang, akan gersang bila kita mengambil jalan dan arah
yang sama. Jangan kau paksa, cinta sudah enggan duduk di hati
kita, aku tau cintamu terkikis, semua berjalan karena kita yang memaksakan, dan
ini titik dari panah yang kita hunuskan 27
Februari 2010 yang lalu dan berhenti di Januari 2011, aku tak ingat tepat . Menyakitkan memang, tapi sepahit apapun obat yang kutelan, ini
langkah yang terbaik, setidaknya sampai lukaku mengering. Kau membiasakanku
dengan hal2 yang tidak biasa, sudah biasakah ?
***
Ini bukan kehendakku, ini hama yang kau taruh di tanaman
kita, awalnya aku terbiasa, namun, hama tetap hama, dia mematikan tanaman kita.
Kau bilang ini edelweis (bunga abadi) ? tidak sayang, akupun berharap itu, dan
awalnya memang edelweis, tapi di Januari
ini aku mengetahui, itu BUKAN EDELWISKU :’)
***
Tenanglah, Tuhan tetap di hati kita, dia menjaga kita, dan aku
percaya memang jodoh tak akan kemana, dan disinilah Tuhan berperan, dia yang
menentukan. Jangan khawatir, siapa sangka pada akhirnya Tuhan mengijinkan kita
untuk menanam tanaman baru, yang berbunga indah, dan akan muncul bakal buah,
dan mungkin, justru kau yang akan menjadi edelweisku, KITA LIHAT SAJA NANTI :)
Januari 2011, ditulis ketika air mata mengering 23.00

No comments:
Post a Comment