Wednesday, 12 October 2011

I BELIEVE IT


Mengingat 1 tahun yang lalu,mungkin, aku tak mengingatnya tepat, ketika aku merasa awan tak secerah biasanya, matahari bersembunyi, ntah malu atau dia mendukung suasana hatiku saat itu, bungapun serasa layu tak berbau, sakit, sakit yang teramat sangat, teramat sangat untuk saat itu, di kamar mendengar suaramu yang hampir setiap hari selalu menghaluskan yang kasar, mendatangkan pelangi sehabis hujan badai, melindungi setiap ada terjangan, yah seperti itulah gambaran hatiku, itu hanya sepenggal dari jiwa ragamu, itu hanya suaramu, yang bahkan tak sering dari suaramu melantunkan gemuruh yang menderu, yang siap kapan saja mampu merubuhkan pertahananku saat itu, tapi ntahlah, aku menyukai suaramu, yang terkadang berperan sebagai penyair indah yang selalu berpuitis dalam tutur katanya, kadang justru bak air tsunami yang pelan namun ,melahap habis apa yang telah berdiri kokoh



AKU MENCINTAIMU



Yah itu terlalu tabu atau apalah, tapi belajar dari setiap orang yang menggembor gemborkan hatinya, dan mereka menyebutkan itu CINTA, aku juga mengungkapkan hal itu terhadapmu sayang. yah mendeskripsikan kata cinta itu sendiri, semua orang pasti tau, yang menurutku adalah, C.I.N.T.A, haha.


Tolong garis bawahi, tapi yang kualami bukan CINTA pada umumnya, aku mencintai yang justru sangat menyakitkanku saat itu, berharap cinta selalu datang seperti secerah matahari, yang menyinari segala sesuatu yang dilewatinya, aku juga ingin seperti itu sayang, bak siluet dibawah indahnya sang pencerah, walau sering terjadi mendung, bahkan hujan badai yang tak kunjung reda, berpikir seperti itu aku trauma.



Disini,di bagian sensitivku, disini, dihatiku, mengingat torehan luka yang kau goreskan, terlalu banyak, sungguh bila orang mampu melihat hatiku, yah, hatiku cacat, penuh dengan goresan luka menganga segar, yang disusul goresan lain yang serupa, taukah sayang, disini aku masih mampu menarik kedua ujung bibirku, agar kau ikut menarik ujung bibirmu karena hanya dengan seperti itulah yang mampu mengeringkan sayatan tajam di hatiku. 



“aku mau main sama F********, katamu waktu itu, dilain waktu kau mengganti nama wanita itu Y*****, T***, dst. Jenuh, aku jenuh, tapi apa daya bibir enggan bicara, hanya hati yang menjerit kesakitan. SAKIIIIIT, PERIIIIIH, mungkin seperti itulah bunyinya, dengarkah ?

Ibarat pelajaran di kelas, aku hanya mampu bertanya tapi tetap tak mengerti, justru pertanyaanku tak terjawab atau memang tak ada jawabannnya. Menjalani yang ku anggap benar memang hasilnya tidak salah, walau pertanyaan2 itu tak terjawab sesuai kemauanku, AKU TIDAK PUAS, kadang AKU TIDAK TERIMA !



Yah tak apa, karena ibarat tanaman, mungkin saat itu daunku habis termakan ulat, bunga yang indah akhirnya layu, enggan menunjukan wangi yang semerbak, tapi aku terus memupuk, menyiram, merawatnya, dan aku percaya, penantianku akan berujung, lukaku akan mengering, pipiku akan sepi didatangi sang air mata, telingaku akan mendengar lantunan indah setiap harinya, bahkan akan ada bunga yang lain tumbuh mengganti bunga yang layu itu, yang pasti dalam satu induk batang yang sama, karena SABAR akan ada hasilnya, akupun bersabar :)


Sheila On 7 Tertatih 

Kupeluk rapuhmu dengan karyaku
Kupeluk celahmu dengan candaku
Kunanti merdu lagu
Kutatih belajar terbang di awan
Kubingkai semua impian khayalku
Iringi canda tawa
 
Kubasuh marahmu dengan lirihku
Kubasuh semua bara di ragumu
Kunanti harum peluk

Walau tertatih… biar teratih
Walau tercabik… biar tercabik
Khilafkan putih… khilafkah putih
Hanya kau mimpiku… hanya kau mimpiku

Dan bila semua kan berakhir… 2x
Hanya kau mimpiku
 


No comments:

Post a Comment