Senyummu itu, menenangkanku.
Aku tau kau masih menyimpan rindu itu, kau sempat menguburnya sedalam cintamu, ah lagi-lagi maafkan aku, membuatmu bersusah payah mengubur apa yang telah kau coba bangun, tapi kau tau kau sendiri yang berusaha merobohkan hatimu. Aku tak pernah lelah mengingat masa itu, karena tak ada yang menyakitkan hatiku, tapi lagi-lagi kamu yang harus berusaha menggulung lukamu atasku. Sampai saat ini pun kau bilang "masih tak ada yang sepertimu", lagi-lagi aku minta maaf atas semua itu.

No comments:
Post a Comment