Tuesday, 20 January 2015

Aku Rindu Mata Sayumu yang Menatapku Tanpa Sendu

terulangnya hari dimana, kita lagi runtuh-runtuhnya berdua. Ah mata itu, mata sayu itu kali ini melihatku dengan sendu. Kau tau, aku tak pernah tahan melihatmu lama-lama, apalagi sekarang dengan cara sendumu itu, "ah kamu sini peluk aku", batinku berteriak seperti itu. tapi aku diam terpaku, karena tubuhku melemas tak karuan, mulut hanya bisa terkatup rapat, kaupun begitu. 

Menangis ? jujur aku sangat ingin, tapi kutahan sekuat hati, aku tak mau melihatmu marah melihatku menangis, itu membebanimu sayang. tapi tangisku bukan untuk meminta pelukmu jujur, justru inginku memelukmu, untuk menguatkanmu. Aku lebih betah melihatmu usil, atau mengomeliku, daripada aku harus menikmati diammu yang membuatku ngilu.

Aku tau kamu mampu bertahan, karena kamu yang menguatkan segala lemahku, kau harus percaya bahwa kita berdua sedang jatuh-jatuhnya yang berarti kita menanti kebahagiaan yang diberikanNya, ntahlah aku juga tak tau apa yang sedang direncanakanNya. tapi ya jalani saja bukan ? berusaha bangkit  dengan sisa tenaga yang ada. Percayalah, maka akupun akan percaya. 



Aku rindu tawamu, 
rindu mata sayumu yang menatapku tanpa sendu .

No comments:

Post a Comment