Sunday, 18 December 2011

TUHAN YANG MEMUTUSKAN

                    Coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan, janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan,aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan, terlena akan manis cinta dan berujung kecewa, aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti, lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana, buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa, mewujudkan bahagia,habis sudah semua rangkai kata.. telah terungkap semua yang kurasa.. yang kuingin akhir yang bahagia..yang ku inginkan.. satu tujuan.. sebuah kenyataan.. bukan impian.. bukan harapan.. bukan alasan.. satu kepastian..coba katakan.. coba katakan..


                    Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sendu dan perasaan yang ada didalam dada, saat ini hatiku gerimis. tiada henti kuberdoa semoga Tuhan menyejukkan hatimu. menerangkan pikiranmu, membersihkan jiwamu, dan mengangkat dirimu dari segala kegalauan dan kepiluan...saat ini dan seterusnya aku hanya ingin selalu bisa menemanimu, menyisipkan senyum dalam letihmu, disampingmu saat kamu terjaga, aku tak ingin kehilangan semua, semua yang telah aku lewati bersamamu.bila kamu lara maafkan aku, mungkin itu salah satu kekhilafanku, aku cuma ingin kamu masih seperti dulu, buat aku seutuhnya.


                     Hangatnya perapian malam, mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu, kesejukan sungai kebahagiaan, bagai menatap senyummu, damainya jiwaku..Di mana.. belas kasih itu?Bersamamu seperti mimpi semu, hanya bisa merasakan abadinya duka, dalam hati tersimpan banyak doa..Kau bilang kita pasti bisa, bisa paling mencintai, bersama sampai tua, bersatu hingga mati . Kau bilang perbanyak doa dan harapan, impian kita pasti kan terwujud. Namun apa yang terjadi kini..?Biarlah Langit yang memutuskan..Satu keinginan..Cinta kita jangan sampai berubah, hati kita tetap menyatu, menciptakan bahagia bersama, tak semudah yang kita duga..Bagaimana.. harus ku hentikan air mata? Impian kita hanya sebatas dalam mimpi..Biarlah Langit yang memutuskanTentang akhir cerita cinta kita..

kebimbangan

No comments:

Post a Comment